3 Kesalahan Kelola Media Sosial Ini Bikin Bisnis Tak Berkembang

Seiring dengan perkembangan era, media sosial juga terus berkembang pesat. Kini media sosial menjadi salah satu saluran arus informasi bagi masyarakat, dari yang sebelumnya disebut sebagai media lama seperti koran, majalah, hingga majalah dinding atau mading.

Mengenai media sosial, pada umumnya adalah sebuah media yang digunakan untuk bersosialisasi (berhubungan, baik secara personal, kelompok, bisnis dan lainnya) antar penggunanya. 

Secara garis besar, media sosial dan jejaring sosial menggunakan sistem yang sama, yaitu media daring yang terhubung dengan internet.

Pada media sosial dan jejaring sosial, ada banyak orang saling terhubung satu sama lain tanpa dibatasi batas geografis, ruang, bahkan waktu. 

Tujuannya untuk saling berkomunikasi, berbagi sesuatu, berpendapat, menjalin pertemanan. Bahkan, pada beberapa kasus untuk mencari pasangan hidup. 

Media sosial juga memungkinkan transfer data, instruksi dan informasi menggunakan jaringan-jaringan internet. Sehingga pengguna media sosial dapat saling terhubung dengan baik selama jaringan yang mereka gunakan tersedia.

Berdasarkan data, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna internet mencapai 171,17 juta jiwa pada tahun 2018.  Jumlah tersebut mengalami kenaikan 10,12% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 143,26 juta jiwa. 

Dibandingkan dengan jumlah penduduk versi BPS sebesar 264,16 juta jiwa, maka bisa dikatakan sudah ada 64,8% penduduk Indonesia sudah mengakses internet.

Nah, dengan data ini, sudah tak heran pengguna Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya di Indonesia menempati posisi teratas. Selain penggunaan ponsel pintar yang semakin tinggi, penetrasi internet di Indonesia juga terus meningkat.

Tercatat, dari data lembaga riset digital marketing E-marketer menyebutkan, pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. 

Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika.

Pemanfaatan media sosial untuk bisnis

Pemanfaatan media sosial untuk bisnis

Dengan tingginya penetrasi internet dan pengguna smartphone di Indonesia, menjadi hal yang menggiurkan bagi pemanfaatan media sosial (medsos) untuk keperluan bisnis.

Pasalnya, dengan pemanfaatan medsos bisa menyebarluaskan informasi secara masif, dan mendatangkan konsumen atau pembeli. 

Namun, banyak juga pelaku bisnis dan perusahaan yang kurang memerhatikan pemanfaatan medsos untuk bisnis. Dampaknya, performa media sosial tidak bekerja maksimal dalam mendukung kinerja bisnis perusahaan.

Misalnya, pemanfaatan medsos yang kurang maksimal adalah gambar yang di-posting kurang menarik, kemudian waktu posting-an tidak konsisten, caption yang diberikan tidak menarik. Imbasnya, membuat tidak ada orang yang tertarik untuk mem-follow atau mengikuti akun tersebut.

Sebaliknya, jika menggunakan media sosial dengan baik dan tepat sasaran, maka bisa mendukung performa bisnis dengan maksimal. 

Contohnya, sebuah bisnis kuliner bisa menjadikan halaman medsos sebagai daftar menu virtual bisnis kuliner tersebut. 

Imbas yang didapat, akan ada beberapa konsumen yang datang dengan menunjukkan foto di Instagram sambil berkata “Saya mau yang ini”. Pada tahap inilah media sosial berhasil digunakan dengan baik.

Akan tetapi, kesalahan dalam penggunaan media sosial sebenarnya hanya persoalan sederhana dan cukup mendasar.

Tapi, masih banyak pelaku bisnis dan perusahaan yang tidak sadar dan membuat marketing di media sosial tidak berjalan maksimal. 

Nah, untuk itu yuk ketahui dengan baik beberapa kesalahan penggunaan media sosial dalam berbisnis dan temukan solusinya.

1. Tidak kenal konsumen

Bikin media sosial tapi tidak kenal konsumen

Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh pelaku bisnis dan perusahan dalam menggunakan social media adalah tidak mengenal siapa konsumen pada bisnis mereka.

Dengan tidak mengenali target pasar yang akan dituju, maka media sosial seperti alat yang tidak bekerja. Pasalnya, apapun yang di-posting dalam laman media sosial tersebut tidak dapat diterima konsumen.

Sebelum menggunakan medsos untuk bisnis, sebaiknya lakukanlah riset terlebih dahulu agar bisa memposisikan media sosial bisnis dengan tepat, caranya melakukan riset secara mandiri, mulai dari melakukan pemetaan demografi konsumen bisnis, seperti usia, domisili, dan juga minat konsumen atau apa yang mereka sukai dan inginkan.

Dengan mengetahui karakteristik konsumen ini, maka pelaku bisnis bisa membuat konten medsos yang tepat sasaran dan menarik bagi konsumen, seperti penggunaan warna, gaya bahasa, hingga waktu penentuan posting media sosial. Sebab demografi konsumen mempengaruhi minat dan ketertarikan seseorang terhadap sebuah informasi.

2. Tidak konsisten

Bikin media sosial tapi tidak konsisten

Konsistensi penggunaan medsos pada saat ini menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya, di era algoritma media sosial sekarang ini, konsistensi adalah kunci untuk membangun dan meningkatkan jumlah followers.

Pelaku bisnis maupun perusahaan saat ini banyak juga yang tidak memiliki admin media sosial yang mengurusi pengelolaan media sosial.  Ini memang sangat bergantung pada skala bisnis dan sumber daya yang tersedia.

Jika bisnis atau perusahaan masih dalam skala kecil, umumnya media sosial hanya sebagai pelengkap dan tidak dikelola secara masif, padahal konsistensi dalam hal posting media sosial menjadi yang sangat diperlukan.

Namun, bukan berarti harus melakukan posting medsos setiap hari. Konsisten dalam hal ini adalah memiliki jadwal yang realistis dan bisa secara disiplin mengikutinya. 

Meski hasilnya tidak secara instan, tetapi dengan konsistensi maka akan membuat social media selalu fresh dan relevan terhadap bisnis maupun trend informasi yang sedang berkembang.

Bukan hanya soal waktu, konsistensi ini juga berlaku pada penggunaan warna, atau tone laman media sosial, sebab sekarang banyak perusahaan yang menerapkan corporate identity sebagai identitas media sosial mereka. 

Dengan melakukan post secara konsisten baik segi waktu, warna, dan gaya bahasa, perlahan bisnis yang dijalankan akan mendapat kepercayaan dan kredibilitas.

Solusinya adalah, melakukan benchmarking atau memelajari sebuah akun media sosial yang jumlah followers-nya tinggi dan memiliki konsistensi dalam hal posting-an. 

Dengan melihat dan memelajari ini, maka lakukanlah ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) yang disesuaikan karakteristik konsumen dan bisnis sektornya, apakah itu kuliner, penyedia jasa, hingga sektor bisnis lain. 

Akan tetapi, dalam hal ini bukan untuk menjiplak karya orang lain ya. Tetapi, mencari inspirasi untuk belajar menjadi lebih baik.

3. Hanya fokus menaikkan followers

Bikin media sosial hanya fokus menaikkan followers

Jumlah followers dalam akun media sosial menjadi hal yang penting. Selain memberikan gambaran disukai banyak orang, banyaknya followers juga memberikan nilai kredibilitas sebuah bisnis.

Namun, saat ini era menumpuk jumlah followers bukan jadi hal utama. Pasalnya, jika sebuah akun media sosial bisnis dengan jumlah followers tinggi tetapi tidak berdampak terhadap laju pembelian juga percuma. Artinya, jumlah followers hanya sebuah angka, dan tidak memiliki manfaat.

Jika memiliki jumlah followers banyak, tetapi respon dan interaksi dalam akun tersebut minim, membuat data insight dan analytic media sosialmu tidak berguna.

Yang bagus adalah, memiliki sedikit followers tetapi memiliki respon dan interaksi dengan intensitas yang tinggi. Itu berarti apa yang di-posting dalam akun tersebut telah sesuai dengan minat dan kegemaran para followers.

Dampaknya, jumlah followers akan meningkat dengan sendirinya secara perlahan. Meski memiliki waktu yang tidak sebentar, tetapi memiliki followers yang benar-benar berinteraksi dalam akun media sosial jadi lebih bernilai jika hanya dibandingkan jumlah yang banyak tetapi minim interaksi.

Adapun interaksi ini adalah, jumlah orang yang menyukai posting-an atau like, berkomentar, hingga menyebarluaskan informasi atau posting-an tersebut. 

Jadi intinya adalah, lakukan lah sebaran informasi yang disukai konsumen bisnis, dan jangan hanya terfokus pada jumlah followers.

Dengan dimulai dari riset mengetahui target pasar atau konsumen, kemudian menjalankan konsistensi, dan tidak hanya terfokus pada jumlah followers tentu akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis yang dijalani. 

Itu dia tiga kesalahan mengelola media sosial yang membuat bisnis tak berkembang. Jika sudah mengetahuinya, jangan lakukan ya agar bisnismu semakin sukses! (Editor: Chaerunnisa)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *