Apa Itu Sistem Informasi Akuntansi? Ini Penjelasannya

Pada umumnya, mahasiswa jurusan akuntansi mempelajari mata kuliah sistem informasi akuntansi. Sistem ini dipelajari karena merupakan salah satu bagian penting dari penggunaan akuntansi dewasa ini.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Mengutip dari berbagai sumber, sistem informasi akuntansi dapat dipahami sebagai sebuah sistem yang mengumpulkan, menyimpan dan mengolah data keuangan serta akuntansi yang kemudian dapat digunakan oleh pengambil keputusan.

Sistem informasi akuntansi biasanya berformat komputer. Sistem informasi akuntansi erat hubungannya dengan penggunaan teknologi informasi. Sistem informasi akuntansi dirancang untuk mendukung semua fungsi akuntansi dan berbagai kegiatan seperti auditing, akuntansi keuangan, manajemen akuntansi dan pajak. 

Audit dan pelaporan keuangan adalah proses akuntansi yang banyak mengadopsi sistem informasi akuntansi.

 Sistem ini juga merupakan susunan dari berbagai macam dokumen, catatan, laporan dan sebagainya yang didesain untuk mengubah data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan oleh manajemen sebuah perusahaan atau badan usaha lainnya.

Sejarah Sistem Informasi Akuntansi

Pada awalnya, akuntansi dipelajari oleh mahasiswa dengan pendekatan manual. Konsep-konsep akuntansi dan implementasinya dipelajari tanpa menggunakan komputer. Namun, dalam praktek yang lebih kompleks, akuntansi membutuhkan bantuan teknologi informasi.

Sistem informasi akuntansi membantu untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien dan mengatasi berbagai hambatan yang tidak bisa diselesaikan secara manual. Sistem ini dirancang untuk fungsi penggajian pada 1970-an. Sistem informasi akuntansi yang utama dikembangkan secara in-house sebagai sistem yang bersifat warisan. 

Seperti solusi yang mahal untuk dikembangkan dan sulit untuk dipertahankan. Oleh karena itu, para praktisi akuntansi memilih pendekatan manual daripada berbasis komputer.

Dalam perkembangannya pada saat ini, sistem informasi akuntansi dijual sebagai perangkat lunak dari perusahaan teknologi multinasional seperti Microsoft, Sage Group, SAP AG|SAP dan Oracle Corporation|Oracle. Sistem itu telah dikonfigurasi dan disesuaikan agar sesuai dengan proses bisnis organisasi.

Tentu saja sistem informasi akuntansi kini tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar. Badan usaha yang lebih kecil juga dapat menggunakan sistem informasi akuntansi dengan menggunakan paket perangkat lunak akuntansi dengan biaya yang lebih rendah seperti MYOB dan Quickbooks. Organisasi besar akan sering memilih sistem ERP (enterprise resource planning).

ERP adalah sistem yang lebih terpusat dan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan konektivitas dan konsolidasi antara sistem bisnis lain yang semakin meningkat. Sebelumnya, dengan aplikasi terpisah untuk mengelola berbagai fungsi bisnis, organisasi harus mengembangkan interface yang kompleks bagi sistem untuk berkomunikasi dengan satu sama lain.

Melalui ERP, sebuah sistem seperti sistem informasi akuntansi dibangun sebagai modul yang terintegrasi ke dalam rangkaian aplikasi yang mencakup manufaktur, rantai pasokan, sumber daya manusia. Modul ini terintegrasi bersama dan mampu mengakses data yang sama serta melaksanakan proses bisnis secara kompleks.

Pada saat ini,  sistem informasi akuntansi berbasis komputasi awan semakin populer bagi para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan organisasi-organisasi besar dengan biaya yang lebih rendah. Dengan penerapan sistem informasi akuntansi, banyak perusahaan yang telah mengeliminasi keahlian rendah, peran transaksional dan operasional akuntansi.

Manfaat dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi setidaknya memiliki enam manfaat:

  1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada rantai nilai secara efektif dan efisien.
  2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan.
  3. Meningkatkan efisiensi.
  4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
  5. Meningkatkan proses berbagi pengetahuan.
  6. Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan.

Berbicara tentang fungsinya, sistem informasi akuntansi setidaknya memiliki beberapa hal terkait.

  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Mengawasi semua aktivitas keuangan perusahaan.
  • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Menciptakan efisiensi biaya dan waktu dalam kinerja keuangan.
  • Mengontrol secara tepat aset organisasi.
  • Menyajikan data keuangan yang sistematis dan akurat dalam periode akuntansi yang tepat. 

Komponen sistem informasi akuntansi 

Namanya sebuah sistem, tentu memiliki bagian-bagian penting yang membuat sistem tersebut berjalan dengan baik. Berikut ini enam bagian dasar di dalam sistem tersebut. 

  • Sumber daya manusia yang menggunakan sistem tersebut. Biasanya bagian ini diisi oleh akuntan, manajer, atau bisnis analis.
  • Prosedur dan instruksi, yaitu sebuah cara bagaimana data diambil, dikumpulkan, dianalisa, dan disimpan.
  • Data, termasuk semua informasi yang masuk ke dalam sistem. 
  • Software, terdiri dari program komputer yang berfungsi untuk memproses data. 
  • Infrastruktur teknologi, mencakup seluruh perangkat keras yang digunakan untuk memproses data. 
  • Kontrol internal, terdiri dari langkah-langkah keamanan yang digunakan untuk melindungi data. 

Subsistem di Dalam Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi setidaknya memiliki sejumlah subsistem atau sistem-sistem yang lebih kecil, yaitu:

  • Sistem Pemrosesan Transaksi.Subsistem ini pada dasarnya mendukung proses operasional bisnis secara harian.
  • Sistem Pembukuan atau Buku Besar. Subsistem ini pada dasarnya digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan seperti laporan rugi laba, neraca, arus kas, serta pengembalian pajak.
  • Sistem Pelaporan Manajemen Subsistem ini pada dasarnya berguna mengatur laporan-laporan perusahaan baik laporan keuangan atau yang lain misalnya anggaran, laporan pertanggung jawaban, laporan kinerja dan juga informasi-informasi data yang berguna untuk pengambilan keputusan.

Keandalan sistem informasi akuntansi 

Di dalam sistem ini terdapat banyak informasi-informasi penting terkait bisnis sebuah organisasi. Oleh karenanya, penting bila sistem informasi ini memiliki keandalan yang teruji. Berikut ini, lima prinsip dasar yang menunjukkan kalau sebuah sistem tersebut sudah andal. 

  • Keamanan, akses dan pengendalian terhadap data hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berwenang.
  • Kerahasiaan, data-data penting harus dilindungi dari segala upaya pengoperasian yang tidak sah. 
  • Privasi, pengumpulan, pengungkapan, dan penggunaan informasi pribadi tentang pelanggan harus dilakukan dengan cara yang tepat. 
  • Memproses Integritas, pemrosesan data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu, dilakukan oleh otorisasi yang tepat. 
  • Ketersediaan, sistem mampu untuk memenuhi kewajiban operasional.

Kendala dalam penerapannya 

Dalam informasi akuntansi ini, kendala yang paling umum terjadi dikarenakan oleh dua hal, pertama karena kesiapan sumber daya manusia dan yang kedua adalah ketersediaan perangkat lunak atau software yang betul-betul 100 persen menjaga kerahasiaan data. 

Sumber daya manusia, sebagai sosok yang berperan dalam mengoperasikan sistem dituntut untuk mengetahui sistem itu dengan jelas. Mereka harus mampu mengoperasikannya sesuai dengan prosedur-prosedur yang benar. Permasalahannya, banyak yang belum mengerti tentang sistem ini. Itu sebabnya mereka harus berlatih lewat kursus atau perkuliahan di universitas. 

Demikian penjelasan tentang sistem informasi akuntansi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita, ya!




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *