Disuntik Pemerintah Rp 5 Triliun, Ini 5 Fakta PT PLN yang Untung Belasan Triliun

Perusahaan Listrik Negara atau PT PLN menjadi salah satu BUMN yang menerima suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang mencapai Rp 17,7 triliun. PT PLN diberitakan memperoleh dana PMN paling besar, yaitu Rp 5 triliun.

Selain PT PLN, ada beberapa BUMN yang juga diketahui mendapat suntikan dana PMN. BUMN-BUMN tersebut di antaranya PT Hutama Karya sebesar Rp 3,5 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial sebesar Rp 2,5 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial sebesar Rp 1 triliun, dan PT Geo Dipa Energi sebesar Rp 700 miliar.

Erick Thohir seperti yang diberitakan Suara melaporkan total PMN dari 2015-2019 yang disuntik ke PT PLN telah mencapai Rp 35,1 triliun. Sementara PT Hutama Karya mencapai Rp 16,1 triliun. Menteri Erick juga menyampaikan kalau pemberian PMN tersebut menjadi bagian dari penugasan langsung Pemerintah.

Dengan perolehan dana PMN yang terbilang besar, PT PLN ditugaskan Pemerintah buat mengerjakan proyek-proyek instalasi ketenagalistrikan yang bertujuan agar akses listrik bisa merata. Nah, bicara tentang PT PLN, ada sejumlah fakta menarik mengenai BUMN yang satu ini. Seperti apa fakta-faktanya? Berikut ini ulasannya.

1. PT PLN berdiri pada 27 Oktober 1945 yang saat itu bernama Jawatan Listrik dan Gas

PT PLN
PLN berdiri pada 27 Oktober 1945

Jawatan Listrik dan Gas yang diresmikan Presiden Sukarno pada 27 Oktober 1945 menjadi cikal bakal berdiri PT PLN. Saat itu, perusahaan negara ini cuma mengelola pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 157,5 MW.

Jawatan Listrik dan Gas dalam perjalanannya berubah nama Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN) pada 1 Januari 1961. Namun, pada 1 Januari 1965, perusahaan tersebut dipecah menjadi Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas.

2. Jasa yang ditawarkan PT PLN mulai dari jasa layanan dan penyediaan listrik hingga jasa konsultasi

PT PLN
Pegawai PLN sedang mengecek aliran listrik (Shutterstock).

Sebagaimana namanya, pastinya PT PLN menyediakan produk dan jasa yang gak jauh-jauh di ketenagalistrikan. Beberapa jasa yang ditawarkan PLN menurut laporan tahunan 2018  di antaranya:

  • jasa layanan dan penyediaan tenaga listrik;
  • jasa sertifikasi peralatan dan instalasi ketenagalistrikan;
  • jasa konsultasi ketenagalistrikan;
  • jasa pembangunan, pemeliharaan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan;
  • jasa pengembangan ketenagalistrikan (riset dan penunjang);
  • dan jasa lainnya di bidang ketenagalistrikan.

Jasa tersebut diberikan PLN lewat 15 Unit Wilayah, 7 Unit Distribusi, 3 Unit Pembangkitan, 3 Unit Transmisi, 2 Unit Pembangkitan & Penyaluran, 18 Unit Induk Pembangunan, 2 Unit Pusat Pengatur Beban dan 6 Unit Pusat/Jasa yang tersebar di wilayah-wilayah Indonesia.

3. PT PLN sejauh ini memiliki 11 anak perusahaan

Sebagai perusahaan besar, PT PLN gak sendiri menjalankan kegiatan bisnisnya. Sejauh ini ada 11 anak perusahaan yang diketahui menyokong kegiatan bisnis PLN agar berjalan dengan lancar. Di bawah ini daftar anak perusahaan PLN yang berjumlah 11 entitas anak.

Anak perusahaan PLN Lokasi Kegiatan bisnis
PT Indonesia Power Indonesia Pembangkit tenaga listrik
PT Pembangkitan Jawa Bali Indonesia Pembangkit tenaga listrik
PT Indonesia Comnets Plus Indonesia Jasa penyedia jaringan telekomunikasi
PT Pelayanan Listrik Nasional Batam Indonesia Pembangkit tenaga listrik
PT Prima Layanan Nasional Enjiniring Indonesia Jasa engineering, pengadaan, dan konstruksi 
PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan Indonesia Jasa pemeliharaan dan operasi
PT PLN Batubara Indonesia Perdagangan batu bara
PT PLN Gas dan Geothermal Indonesia Pengembangan dan pembangkit tenaga listrik panas bumi
Majapahit Holding BV Belanda Lembaga keuangan
PT Pelayanan Bahtera Adiguna Indonesia Pelayaran
PT Haleyora Power  Indonesia Jasa pemeliharaan dan operasi

4. Tawarkan tarif listrik kompetitif, bahkan klaim relatif lebih murah se-Asean

PT PLN
Menjangkau listrik ke daerah daerah (Shutterstock).

Dalam memberikan layanan, PT PLN berusaha menetapkan tarif yang tentunya bisa dijangkau seluruh masyarakat. Pemberian tarif yang kompetitif ini punya tujuan buat mendorong perekonomian nasional.

PLN sendiri mengklaim tarifnya relatif lebih murah dibandingkan beberapa negara Asean lainnya. Tarif yang dimaksud adalah Tarif Bisnis Besar & Industri Menengah. Buat lebih jelasnya, berikut ini tabel tarif listrik PLN dan sejumlah negara Asean dalam cent USD/KWH.

Negara Asean Rumah Tangga Bisnis Menengah Bisnis Besar Industri Menengah Industri Besar
Indonesia 11,00 11,00 8,36 8,36 7,47
Malaysia 10,00 13,58 9,60 8,29 7,76
Thailand 12,41 11,00 11,00 8,36 8,36
Singapura 19,97 14,30 14,02 13,05 12,72
Filipina 18,67 12,23 11,98 11,69 11,63
Vietnam 10,59 13,44 12,36 7,81 7,41

5. Pendapatan PT PLN pada 2018 tembus Rp 272,90 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 11,58 triliun

PT PLN
PLN International Conference and Like 2019 

Sepanjang tahun 2018, PLN mencatatkan pendapatan hingga Rp 272,90 triliun. Pendapatan ini lebih besar dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp 255,29 triliun.

Sementara laba bersih yang dibukukan PLN pada 2018 mencapai Rp 11,58 triliun. Dibandingkan tahun 2017, laba bersih 2018 lebih besar. Pada 2017, laba bersih yang dibukukan PLN sekitar Rp 4,43 triliun.

Itu tadi beberapa fakta mengenai PT PLN yang berdiri sejak tahun 1945 dan hingga saat ini masih dimiliki negara. Mudah-mudahan aja proyek-proyek sedang dikerjakan PLN selesai pada waktunya. Dengan begitu, makin banyak orang yang bisa mengakses listrik. (Editor: Winda Destiana Putri).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *