Kebiasaan Makan yang Perlu Dihindari Saat Berpuasa

(sumber: unsplash.com)

Berpuasa selain menjadi kewajiban seluruh umat muslim di dunia, berpuasa pun memiliki kebaikan bagi tubuhmu. Salah satunya adalah membantu meningkatkan fungsi sistem pencernaanmu, jika saat menjalani puasa kamu bisa mengatur pola makan dan mengatur asupan gizi yang baik untuk tubuhmu. Karena, salah-salah sedikit, bukannya kamu mendapat kebaikan dari berpuasa, justru tubuhmu menjadi bermasalah. Maka, sebaiknya pelajari pemicu dari tubuh bermasalah saat berpuasa, agar ibadahmu tidak terganggu serta mendapat manfaat dari berpuasa.

Berbuka dengan Makanan Berminyak
Saat berbuka puasa, kita mungkin cenderung akan tergoda melihat makanan-makanan yang digoreng atau mengandung banyak minyak. Namun, saat berbuka puasa sebaiknya tahan dulu untuk makan-makanan berminyak lebih. Pasalnya, gorengan atau makanan berminyak cenderung memakan waktu lama untuk dicerna tubuh. Maka, saat berpuasa sebaiknya mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami seperti stevia, ataupun madu. Lebih ideal lagi, kamu bisa mengonsumsi kurma, smoothies, atau cokelat. Salah satu alasan berbuka dengan yang manis sangat dianjurkan daripada mengonsumsi makanan berminyak karena, saat berpuasa, kamu akan kehilangan cadangan gula darah, yaitu sumber energi utamamu. Semakin turun kadar gula darahmu, semakin lemas pula kondisi tubuh. Daripada membuat pencernaanmu terganggu, lebih baik re-charge energi tubuhmu kan?

Mengonsumsi Terlalu Banyak Karbohidrat saat Sahur
saat sahur, karbohidrat dalam tubuh diolah menjadi gula sebagai sumber energi utama saar berpuasa. Namun, jika mengonsumsi karbohidrat berlebihan pun justru tidak baik untuk kesehatan tubuhmu. Mengutip Dr. Ravi Arora, spesialis diabetologis di RS. NMC Abu Dhabi, jika durasi puasa cenderung lama, asam lambung dalam tubuh akan meningkat. Hal tersebut dikarenakan kita terlalu mengandalkan karbohidrat saat sahur, sehingga tubuh terlalu mengandalkan gula dan membuat rasa lapar muncul jauh sebelum waktu berbuka. Tidak menutup kemungkinan kondisi tubuh akan semakin memburuk dengan mengalami gastritis dan perut tidak nyaman, karena mengonsumsi karbohidrat berlebih saat berbuka. Sebaiknya, konsumsi karbohidrat kompleks yang kaya akan serat saat sahur seperti gandum sebagai menu sahur alternatif pengganti karbohidrat sederhana seperti nasi. Kamu juga bisa menyeimbangkan sumber karbohidratmu jika tidak bisa jauh dengan nasi, seperti mencari ‘teman makan nasi’ yang memiliki kandungan gizi seimbang seperti protein dalam daging, telur, sayur atau kacang-kacangan.

Minum-Minuman Berkafein saat Sahur dan Buka
Sebaiknya saat satu bulan berpuasa, kamu hindari kopi atau teh. Karena pada saat mengonsumsi teh atau kopi sesaat saat sahur atau saat berbuka, efek yang terasa justru akan merugikan tubuhmu. Mengonsumsi kafein saat sahur justru akan memberikan efek diuretik, yaitu merasakan ingin buang air kecil terus menerus dan gampang haus. Lalu, mengonsumsi kafein saat berbuka pun membuat asam lambung naik drastis. Bukannya nikmat yang terasa, justru lambung akan terasa perih luar biasa karena asam dari kafein yang melukai lambungmu. Jika kamu benar-benar ingin mengonsumsi kafein saat Ramadan, kamu bisa curi-curi kesempatan dua jam setelah berbuka puasa dan temani kopi atau teh-mu dengan air putih.

Langsung Tidur Setelah Sahur
Mungkin kamu tidak asing dengan kalimat “Sudah makan jangan langsung tidur!” kan? Memang ternyata tidur setelah makan bukan kebiasaan yang sehat loh! Karena faktanya, saat kamu baru selesai makan, kemudian langsung tidur, kinerja lambung akan terganggu dan makanan yang sulit dicerna lambung akan berbalik ke kerongkongan. Maka, tak jarang kondisi seperti ini membuat sebagian orang rentan mengalami gangguan pencernaan, refluks asam lambung atau GERD, dan fatalnya bisa memicu stroke.

Melewatkan Sahur
Mungkin melewatkan sahur karena bablas tidur merupakan hal yang lumrah bagi sebagian orang, namun jangan sampai kebiasaan kecil ini justru menjadi boomerang bagi kondisi tubuhmu sendiri dan mengganggu ibadahmu, ya! Sebisa mungkin jangan melewatkan sahur, karena tubuhmu perlu nutrisi yang cukup untuk bertahan sampai buka puasa. Menurut Ahli Gizi bernama Rashi Chowdhary, selain dari mengonsumsi gorengan, gula, dan kopi yang terlalu banyak, melewatkan sahur pun adalah salah satu kebiasaan buruk saat berpuasa. Selain kamu kekurangan nutrisi untuk menjalani puasa, dampak dari melewatkan sahur pun diantaranya dehidrasi, bau mulut, dan pencernaan terganggu.

Makan Terlalu Banyak saat Berbuka
Siapa sih yang tidak tergoda saat menunggu buka puasa, tiba-tiba hidangan buka puasa ada di depan mata dan aromanya menggugah selera? Tak jarang ketika sudah tergoda, nafsu makan pun meningkat drastic daripada biasanya. Jangan sampai lapar mata malah membuat dirimu jadi jatuh sakit! Pasalnya, dikutip dari kompas.com, Rumah sakit Burjeel di Abu Dhabi bisa menampung sekitar 50 orang saat Ramadan karena mengidap radang perut, muntah-muntah, nyeri perut akut, dan gejala diare. Dr. Magdi Mohammed yang merupakan salah satu dokter di RS Burjeel ini mengatakan jika kasus ini terjadi karena makan berlebihan saat berbuka puasa, terlebih pemicunya karena banyaknya konsumsi karbohidrat. Ada kalanya jika waktunya berbuka tiba, makanlah sedikit-sedikit dan perbanyak air putih agar tubuh tidak “Kaget” saat berbuka.

Penulis: Nadia Khalishah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *