Mau Cari Uang, Coba Jadi Dropshipper Saja. Punya Usaha Tanpa Modal!

Dropshipper menjadi salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan. Usaha dropshipper tidak perlu punya produk sendiri, apalagi harus memiliki toko.

Kita hanya perlu keterampilan untuk menawarkan kembali produk orang lain langsung kepada pembeli.

Modal dropshipper sebenarnya sangat sederhana, bahkan bisa dimulai dengan sebuah ponsel dan koneksi internet saja. Pekerjaan ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja bahkan dari rumah sekalipun.

Pekerjaan yang cocok bagi mahasiswa maupun ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan pendapatan sampingan tanpa harus meninggalkan pekerjaan merawat keluarga.

Bagaimana Cara Kerja Dropshipper?

belanja di okeshop tanpa kartu kredit

belanja di okeshop tanpa kartu kredit

Cara kerja dropshipper sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk dipahami, kok. Kita hanya perlu memilih produk dari supplier atau toko online kemudian dijual dengan harga yang kita tentukan sendiri sesuai dengan margin yang diinginkan.

Misalnya harga asli sepasang kaus kaki adalah Rp15.000. Kemudian kita jual kembali dengan harga Rp20.000. Artinya margin keuntungan yang didapatkan dari sepasang kaus kaki adalah Rp5.000. Jika dalam satu hari kita bisa menjual 12 kaus kaki, artinya sudah bisa mendapatkan keuntungan Rp60.000 tanpa perlu stok barang, apalagi mengirimkannya.

Setelah pesanan masuk, kita tinggal melakukan order kepada supplier atau toko online untuk dikirimkan kepada pemesan atas nama sendiri. Kegiatan dropshipper sangat lumrah karena beberapa marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak memberikan opsi bagi para dropshipper sehingga menguntungkan semua pihak.

Beberapa barang yang bisa dipilih sebagai dropshipper tidak hanya terbatas produk rumah tangga saja, tetapi juga bisa berbagai jenis barang mulai dari makanan, pakaian, peralatan elektronik hingga obat-obatan herba yang banyak dibutuhkan masyarakat.

Perbedaan Dropshipper dan Reseller

cara jualan di bukalapak mudah

cara jualan di bukalapak mudah

Sebenarnya ada beberapa perbedaan antara dropshipper dan reseller meskipun keduanya sama-sama dapat dilakukan secara online yang mana umumnya terjadi di dalam transaksi belanja online.

Dropshipper sama sekali tidak harus menyetok barang apalagi melakukan perawatan maupun pengiriman. Semua sudah menjadi tanggung jawab supplier.

Berbeda dengan reseller. Reseller harus menyetok barang dan membutuhkan modal untuk membeli barang terlebih dahulu kemudian dijual kembali. Saat ada order atau pesanan, reseller harus mengirimkan sendiri.

Keduanya dapat menentukan margin keuntungan masing-masing asalkan bisa diterima pembeli.

Kelemahan menjadi dropshipper adalah tidak adanya jaminan dari supplier akan memberikan prioritas saat stok terbatas. Berbeda halnya dengan reseller, pada saat permintaan tinggi, barang sudah tersedia dan hanya tinggal dikirimkan saja.

Artinya baik menjadi dropshipper maupun reseller memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap peran punya risiko yang harus diketahui. Secara ringkas silakan memperhatikan tabel berikut ini.

Dropshipper Reseller
Ketersediaan Stock Tidak Harus Perlu
Modal Tidak Perlu Modal Banyak Butul Modal Banyak
Pengiriman Tergantung Supplier Lebih Cepat
Jaminan Ketersediaan Barang Tidak Terjamin Dijamin Supplier

Cara Mulai Bisnis Dropshipper

kalkulator pajak penjualan rumah

kalkulator pajak penjualan rumah

Memulai bisnis sebagai dropshipper sebenarnya tidak sulit. Semuanya bisa dilakukan dengan sangat mudah dengan memanfaatkan layanan atau fitur yang sudah ada dari berbagai marketplace.

Untuk memulai bisnis menjadi seorang dropshipper, berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan.

  1. Riset kebutuhan pasar.
  2. Tentukan kategori barang yang akan dijual.
  3. Pilih supplier yang sudah terverifikasi dan memiliki reputasi yang baik.
  4. Survei harga dari supplier lain.
  5. Tentukan harga yang rasional dengan tetap memperhatikan margin yang ingin didapatkan.
  6. Ambil margin 5-10 persen terlebih dahulu yang penting pelanggan mengenal brand kita.
  7. Gunakan logo dan nama brand yang profesional untuk jangka panjang.
  8. Buat akun media sosial dan toko online agar lebih tepercaya meskipun sifatnya hanya menjadi dropshipper dan tidak memiliki stok barang.
  9. Kita bisa menjual secara online maupun offline.
  10. Supplier bisa diperoleh secara offline maupun online pula.
  11. Usahakan fokus pada salah satu kategori produk terlebih dahulu.
  12. Lakukan pencatatan keuangan agar bisa mengetahui profit yang didapatkan.
  13. Tingkatkan target penjualan setiap bulannya.

Ada beberapa marketplace yang memberikan fitur dropshipper. Cara ini pun jauh lebih mudah karena kita bisa langsung membandingkan harga antar supplier.

Tidak ada larangan jika kita mendapatkan supplier secara online kemudian dijual kembali dengan cara offline. Apapun bisa disesuaikan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan pasar.

Memulai bisnis dropship lambat laun pasti membutuhkan tenaga baru. Jangan ragu untuk memberikan training kepada karyawan baru untuk menjadi admin sehingga target penjualan bisa terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *