Pengertian, Manfaat, dan Penerapan Siklus Akuntansi

Pada umumnya, proses akuntansi dilakukan untuk menghasilkan informasi keuangan tentang sebuah organisasi usaha seperti perusahaan. Proses akuntansi itu terdiri dari sejumlah tahap dan biasanya berulang.

Dengan sifat berulang itu, akuntansi memiliki sebuah konsep bernama siklus akuntansi. Siklus berarti sebuah kegiatan yang dimulai dari satu aktivitas tertentu, dilanjutkan aktivitas lain dan kembali lagi ke aktivitas pertama tersebut.

Siklus akuntansi merupakan satu proses panjang yang terdiri dari aktivitas yang berupa analisis dan pencatatan transaksi bisnis serta berakhir dengan persiapan untuk aktivitas periode akuntansi selanjutnya melalui pembuatan jurnal penutup.

Mengapa disebut siklus akuntansi?

Kamu mungkin sudah tahu kalau proses dan kegiatan akuntansi itu adalah mencatat, mengklasifikasi, dan melaporkan transaksi keuangan. Nah ketiga proses itu jika dilakukan dalam periode tertentu disebut dengan siklus akuntansi. 

Artinya, secara sederhana, siklus akuntansi merupakan proses penyusunan dan pembuatan laporan keuangan dalam jangka periode waktu tertentu dan dapat dipertanggung-jawabkan. 

Kapan siklus akuntansi digunakan? 

Siklus ini sebenarnya tergantung dari kebijakan masing-masing organisasi. Tapi, biasanya siklus pencatatan transaksi keuangan ini umumnya berlangsung dalam periode tahunan. 

Selama periode ini, banyak transaksi terjadi dan dicatatkan di dalam jurnal. Lalu di akhir periode, laporan pencatatan itu disusun dan siap untuk dipertanggung-jawabkan. 

Manfaat Penerapan Siklus Akuntansi

Pada dasarnya, siklus akuntansi memiliki manfaat dalam menyediakan informasi bagi pengambil keputusan seperti manajer, direksi atau pemilik perusahaan. Siklus ini bukan hanya membantu mempermudah penyelesaian pekerjaan akuntansi tapi juga membantu sistematika berpikir dalam memahami sebuah proses penciptaan laporan keuangan atau informasi akuntansi.

11 tahapan siklus akuntansi 

Pada umumnya, perusahaan menerapkan siklus akuntansi yang terdiri atas 11 tahap. Tahap-tahap itu membentuk seperti lingkaran dan tidak terputus. Siklus itu diawali dari sebuah tahap pertama dan diakhiri dengan kembali ke tahap pertama tersebut. Berikut ini 11 tahapan siklus akuntansi seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Identifikasi transaksi

Tahap pertama dari siklus akuntansi adalah identifikasi transaksi. Dalam tahapan itu, seorang akuntan perlu mengidentifikasi transaksi supaya dapat dicatat dengan tepat.

Akuntan perlu menentukan akun yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut. Akun tersebut bisa berupa aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, biaya, dan sebagainya.

Selain akun yang terpengaruh, akuntan juga perlu menentukan saldo akun yang terpengaruh apakah meningkat atau menurun. Tentu saja, akuntan perlu menentukan apakah peningkatan atau penurunan itu dicatat sebagai debit atau kredit.

Dalam tahapan ini, proses akhirnya adalah pencatatan ayat jurnal ke dalam jurnal.

2. Pemindahan ke buku besar

Tahap berikutnya setelah pencatatan transaksi adalah pemindahan transaksi dari jurnal umum ke buku besar. Perusahaan biasanya memiliki daftar susunan rekening buku besar. Daftar itu biasanya memiliki kode untuk memudahkan identifikasi.

Dalam tahap kedua ini, proses akhirnya adalah pemindahbukuan dari ayat jurnal ke buku besar. Buku besar adalah kumpulan saldo akun-akun yang diperoleh dari pemindahan pencatatan jurnal transaksi. Buku besar adalah bagian penting dari penyusunan laporan keuangan.

3. Persiapan neraca saldo

Siklus ketiga adalah menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan untuk menentukan apakah terdapat kesalahan dalam pemindahan debit dan kredit ke buku besar. Daftar saldo ini untuk menentukan bahwa jumlah debit sama dengan jumlah kredit. Apabila jumlah saldo tidak sama, tentu saja akuntan perlu memeriksa ulang dan perlu memperbaiki daftar tersebut. 

4. Analisis data penyesuaian

Siklus keempat adalah menganalisis dan mempersiiapkan data-data transaksi yang perlu disiapkan. Tahapan ini merupakan tahap sebelum penyusunan laporan keuangan. Dengan kata lain, data-data transaksi harus diperbarui. 

Akun yang biasanya membutuhkan penyesuaian adalah beban yang masih harus dibayar, piutang usaha, pendapatan diterima di muka, dan beban dibayar di muka.

5. Menyiapkan kertas kerja

Kertas kerja dapat dipahami sebagai alat akuntansi yang digunakan untuk merangkum ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk laporan keuangan.  Akuntan kerap memakai kertas kerja untuk mengumpulkan dan merangkum data yang diperlukan untuk menyiapkan beragam analisis dan laporan.

Kertas kerja berguna dalam menunjukkan alur informasi akuntansi dari neraca saldo yang belum disesuaikan ke daftar saldo yang disesuaikan dan laporan keuangan. Di samping itu, kertas kerja akhir periode berguna dalam menganalisis pengaruh dari penyesuaian yang diajukan terhadap laporan keuangan.

6. Pembuatan ayat jurnal penyesuaian

Pada akhir periode akuntansi, apabila terdapat transaksi yang belum dicatat, transaksi yang salah, ataupun perlu disesuaikan maka dicatat dalam jurnal penyesuaian. Penyesuaian ini dilakukan secara periodik, biasanya pada saat laporan akan disusun. Transaksi penyesuaian dicatat pada jurnal penyesuaian dan dibukukan ke dalam buku besar.

7. Penyusunan neraca saldo setelah penyesuaian

Siklus ketujuh adalah menyiapkan daftar saldo yang telah disesuaikan. Hal ini dilakukan dengan cara memindahkan saldo yang telah disesuaikan dalam buku besar ke neraca saldo yang baru.

Ini adalah satu langkah sebelum penyusunan laporan keuangan. Semua kekeliruan yang muncul dari proses pemindahan ayat jurnal penyesuaian harus ditemukan dan dikoreksi. Saldo dari akun-akun yang ada pada buku besar dikelompokkan ke dalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo dari kelompok tersebut juga harus seimbang.

8. Penyusunan laporan keuangan

Penyusunan laporan keuangan adalah salah satu bagian terpenting dari siklus akuntansi. Laporan keuangan itu terdiri dari beberapa bagian. Laporan itu perlu disusun dengan urutan yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca dan laporan arus kas.

9. Penyusunan jurnal penutup

Proses ini dikenal sebagai proses tutup buku. Pada akhir periode rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan dan sudah selesai menjalankan fungsinya. 

10. Penyusunan neraca saldo setelah penutupan

Neraca saldo setelah penutupan memiliki manfaat untuk memastikan bahwa buku buku besar telah sesuai pada awal periode berikutnya. Neraca saldo menjadi daftar saldo rekening-rekening buku besar setelah jurnal penutup dirancang.

11. Penyusunan jurnal pembalik

Jurnal pembalik ini bersifat opsional sehingga tidak wajib untuk dibuat. Jurnal pembalik ini hanya diperlukan untuk transaksi tertentu, misalnya pendapatan diterima di muka yang saat penjurnalan dicatat sebagai pendapatan. 

Demikian penjelasan tentang siklus akuntansi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita, ya




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *